keutuhan suatu negara dan bangsa merupakan tanggung jawab

ArsipTerjaga adalah Arsip negara yang berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan, dan keselamatannya. 19. Pencipta Arsip adalah pihak yang mempunyai kemandirian dan otoritas dalam pelaksanaan fungsi, tugas dan tanggung jawab di bidang Pengelolaan Arsip Dinamis. 20. 3 pembukaan menetapkan adanya suatu UUD Negara Republik Indonesia. 4) pembukaan memuat falsafah negara, asas politik dan tujuan negara. dari pernyataan diatas, sebagai pokok kaidah negara yang fundamental Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah memenuhi persyaratan ditunjukan oleh nomor . A. 1) dan 2) B. 2 KonfrensiUlama ThoriqohBELA NEGARA Konsep dan Urgensinya menurut Islam. Latar belakang. Acara ini terselenggara atas kerjasama Kementrian Pertahanan RI dengan Thoriqoh muktabaroh sedunia (internasional). Ditengah kondisi memburuknya kondisi sosial, krisis kepercayaan, krisis teladan diseluruh penjuru dunia. KeamananNegara dan Keutuhan Bangsa Tanggung Jawab Bersama Senin, 14 Agustus 2017 | 23:00 WIB Wahid meminta masyarakat untuk tidak menuntut aparat keamanan negara dalam menyelesaikan segala ancaman yang mengancam keutuhan Negara Indonesia seperti terorisme dan radikalisme. Baginya, jika aparat keamanan melakukan tugasnya dengan baik, maka Pertahanandan keamanan negara Indonesia pada dasarnya merupakan tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia, Berdasarkan hal tersebut jelaskan sistem pertahanan dan kemanan yang dikembangkan oleh Negara Indonesia ! juga kewajiban dari seluruh warga negara serta keyakinan akan kekuatan sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidup Site De Rencontre Wallis Et Futuna. Memperkuat komitmen kebangsaan dapat menumbuhkan sebuah bangsa menjadi bangsa yang besar dan bernilai. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan memiliki potensi serta kapasitas untuk menjadi bangsa yang maju dan bersatu. Kita semua secara tidak langsung tentu sudah secara otomatis mencintai negara ini. Selai itu, tentunya kita semua juga memiliki harapan agar bangsa ini menjadi bangsa yang modern, maju, mandiri, dan demokratis. Namun seberapa besarkah komitmen kita untuk mewujudkannya? Sifat, sikap, dan hal apa saja yang telah kita lakukan bagi negara ini? Itulah yang dimaksud dengan komitmen kebangsaan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai uraian lebih lanjutnya. Komitmen kebangsaan adalah keterikatan dengan penuh tanggung jawab untuk setia dan menumbuhkan kesadaran diri sebagai bangsa Indonesia. Suatu negara tidak dapat berdiri tegak dan mencapai cita-cita serta harapan rakyatnya tanpa komitmen kebangsaan warga yang konsisten. Salah satu cara untuk mewujudkan komitmen kebangsaan tersebut adalah dengan menumbuhkan semangat kebangsaan. Oleh karena itu, menumbuhkan semangat kebangsaan amatlah penting. Seperti apa bentuk dan wujud nyata dari menumbuhkan semangat untuk memperkuat komitmen kebangsaan? Berikut adalah penjelasannya. Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara Pertama, kita dapat mempelajarinya dari para pendiri Negara yang merupakan contoh baik dari orang-orang yang memiliki semangat yang kuat dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terjajah menjadi negara yang merdeka dan sejajar dengan Negara-Negara lain di dunia. Apabila kita maknai lebih jauh tentang semangat dan komitmen kebangsaan, pendiri negara memiliki jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang sangat tinggi terhadap bangsa dan negara. Jiwa, semangat, dan komitmen dalam perjuangan merebut kemerdekaan pada tahun 1945 disebut juga sebagai nilai-nilai kejuangan 45. Jiwa dan Semangat 45 terdiri dari Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Jiwa dan semangat merdeka Nasionalisme Patriotisme Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka Pantang mundur dan tidak kenal menyerah Persatuan dan kesatuan Antipenjajah dan penjajahan Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya Idealisme kejuangan yang tinggi Berani, rela, dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara Kepahlawanan Sepi ing pamrih rame ing gawe Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan Disiplin yang tinggi Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan Contoh Komitmen Kebangsaan Sementar aitu, beberapa contoh nyata mewujudkan perilaku semangat dan komitmen kebangsaan dam kehidupan adalah sebagai berikut. Cinta tanah air Membina persatuan Rela berkorban Memperkaya pengetahuan budaya dalam mempertahankan NKRI Senantiasa menerapkan sikap dan perilaku menjaga kesatuan NKRI. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sikap dalam mewujudkan komitmen persatuan dan kesatuan cinta tanah air menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 142-144. Cinta Tanah Air Cinta tanah air dan bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai hal, antara lain sebagai berikut. Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara. Membina Persatuan dan Kesatuan Tindakan yang menunjukkan usaha membina persatuan dan kesatuan, antara lain sebagai berikut. Menghormati antarsesama manusia. Tidak membeda-bedakan manusia. Menjalin persahabatan antarsuku bangsa. Mempelajari budaya sendiri dan memahami budaya daerah lain. Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain. Rela Berkorban Kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut. Berkorban dengan tenaga atau dengan bekerja. Berkorban dengan menyumbangkan pemikiran bagi keutuhan NKRI. Berkorban untuk menahan diri tidak berbuat sesuatu yang merugikan bangsa dan negara. Berkorban dengan harta yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara. Pengetahuan Budaya dalam Mempertahankan NKRI Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan informasi telah mendorong perubahan dalam aspek kehidupan manusia, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat nasional. Untuk menghadapi dan memanfaatkannya semaksimal mungkin, kita memerlukan perencanaan yang matang di antaranya adalah sebagai berikut. Kesiapan sumber daya manusia SDM, terutama kesiapan dengan pengetahuan yang dimiliki dan kemampuannya. Kesanggupan sosial budaya untuk terciptanya suasana yang kompetitif dalam berbagai sektor kehidupan. Kesiapan keamanan, baik stabilitas politik dalam negeri maupun luar negeri /regional. • Kesiapan perekonomian rakyat. Di bidang pertahanan negara, kemajuan tersebut sangat memengaruhi pola dan bentuk ancaman. Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional berkembang menjadi multidimensional fisik dan nonfisik, baik berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Sikap dan Perilaku Menjaga Kesatuan NKRI Berikut adalah beberapa sikap dan perilaku mempertahankan NKRI. Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Menciptakan ketahanan nasional, artinya setiap warga negara menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa. Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit. Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, yaitu kesamaan memiliki bangsa, bahasa persatuan, tanah air, ideologi pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah Putih. Memiliki semangat persatuan yang berwawasan Nusantara, yakni semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Menaati peraturan, karena peraturan tersebut dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara agar Indonesia menjadi lebih baik. Negara Kesatuan Republik Indonesia Untuk dapat bangga apalagi memperkuat komitmen kebangsaan tentu kita harus lebih mengenal bangsa kita sendiri, yakni negara Indonesia. Dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 2012 dijelaskan bahwa Indonesia berasal dari bahasa latin indus dan nesos yang berarti India dan pulau-pulau. Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau yang ada di Samudra India. Sarjana bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat Ki Hajar Dewantara ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau di tahun 1913. Jadi kita adalah bangsa Indonesia, bangsa yang berada di samudra India dan terdiri dari banyak pulau yang bersatu dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan Indonesia merupakan satu kesatuan politik, pertahanan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Pasal 1 ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan ”Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik” dan Pasal 37 ayat 5 menegaskan ”Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Kesatuan yang dimaksud dapat dipandang dari 4 segi, yakni politik, pertahanan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Politik Sebagai satu kesatuan politik, Negara Kesatuan Republik Indonesia meletakkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah serta ideologi bangsa yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuan nasional negara. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Wilayah Seluruh wilayah Indonesia dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan yang mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia dan merupakan modal serta milik bersama. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam rangka bela negara dan bangsa. Setiap ancaman terhadap suatu pulau atau suatu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa Indonesia. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Ekonomi Kekayaan wilayah Nusantara baik itu yang berupa potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama. Keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Sosial dan budaya Masyarakat Indonesia seluruhnya adalah satu, kehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang beriringan dengan kemajuan bangsa. Menjaga Keutuhan dan Kejayaan Bangsa Tentunya salah satu bentuk nyata dari memperkuat komitmen kebangsaan adalah dengan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa, bukan sekedar mencintainya tanpa melakukan apa-apa. Apalagi terdapat bermacam ancaman dan tantangan dalam menjaganya. Tantangan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa dapat datang dari dalam dan luar negeri. Malas, korupsi, pemberontakan, krisis ekonomi merupakan tantangan yang berasal dari dalam dan harus dihadapi oleh seluruh anggota masyarakat. Penjajahan secara fisik pada saat ini kemungkinannya sangat kecil terjadi, tetapi ancaman dari luar yang bersifat nonfisik seperti gaya hidup, datangnya ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila sangat mungkin untuk terjadi. Oleh karena itu sikap bela negara juga masih perlu dikobarkan dalam mengisi kemerdekaan ini. Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Apakah kamu lagi mencari jawaban dari pertanyaan Keutuhan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab? Berikut pilihan jawabannya pemerintah para pejabat negara seluruh aparat negara seluruh komponen bangsa Kunci Jawabannya adalah D. seluruh komponen bangsa. Dilansir dari Ensiklopedia, Keutuhan bangsa dan negara merupakan tanggung jawabkeutuhan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Penjelasan Kenapa jawabanya bukan A. pemerintah? Nah ini nih masalahnya, setelah saya tadi mencari informasi, ternyata jawaban ini lebih tepat untuk pertanyaan yang lain. Kenapa nggak B. para pejabat negara? Kalau kamu mau mendaptkan nilai nol bisa milih jawabannya ini, hehehe. Terus jawaban yang C. seluruh aparat negara kenapa salah? Karena menurut saya pribadi jawaban ini sudah keluar dari topik yang ditanyakan. Kenapa jawabanya D. seluruh komponen bangsa? Hal tersebut sudah tertulis secara jelas pada buku pelajaran, dan juga bisa kamu temukan di internet Kesimpulan Jadi disini sudah bisa kamu simpulkan ya, jawaban yang benar adalah D. seluruh komponen bangsa. Post Views 3 Read Next March 6, 2022 Pilihlah 1 yang tidak termasuk dalam sel mekanoreseptor adalah? March 6, 2022 Senjata tradisional Rencong berasal dari provinsi? March 6, 2022 Berikut ini buku karya Rifaah Badawi rafi’ at-Tahtawi, kecuali? Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki berbagai macam ras, agama, adat, dan budaya serta memiliki semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu pada Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika sendiri berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu." Tentu saja makna yang terkandung di dalam semboyan ini sangatlah penting dan berarti bagi bangsa Indonesia, karena semboyan ini menjadi dasar atas masyarakat Indonesia sendiri dan juga menjaga nasionalisme yang ada. Nasionalisme dan Kedaulatan bisa diartikan sangat membutuhkan peran dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang membuat masyarakat Indonesia bisa menjunjung tinggi membahas lebih jauh, Nasionalisme sendiri secara fundamental berarti timbul dari adanya kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri, atau bisa di definisikan sebagai sekelompok manusia yang berkeinginan untuk bersatu, menurut pendapat Joseph Ernest Renan. Dengan kata lain, Nasionalisme merupakan suatu paham atau sebuah ajaran untukmencintai bangsa dan Negara atas kesadaran keanggotaan atau warga Negara yang secara potensial bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabdikan identitas, intergritas kemakmuran dan kekuatan bangsanya. timbul dari diri kita sendiri. Sedangkan Kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi yang dimiliki atas seluruh wilayah yang ada dalam suatu negara. Kedaulatan ini merupakan kekuasaan penuh untuk mengatur segala hal yang ada dalam wilayah negara tanpa campur tangan negara lain. Pada zaman sekarang ini nasionalisme dan kedaulatan adalah hal penting bagi suatu bangsa, terutama bangsa Indonesia. Semakin berkembangnya zaman masyarakat Indonesia harus lebih menjunjung tinggi rasa dan perilaku bela negara demi menjaga keutuhan nasionalisme dan kedaulatan negara. Bisa kita lihat dari masa ke masa, sudah banyak masyarakat Indonesia yang mulai melupakan atau menganggap remeh rasa nasionalisme, dimulai dari minimnya rasa bangga dari dalam bangsa Indonesia seperti jarang terlihat masyarakat yang melestarikan kebudayaan Indonesia dan malah lebih mengedepankan budaya luar, kurangnya rasa kecintaan terhadap produk lokal, dan minimnya rasa bela negara. Banyak contoh yang dapat dijumpai dari hal-hal kecil yang sudah pernah terjadi dimasyarakat, seperti kejadian beberapa bulan lalu, ada fenomena beberapa anak yang mencopot bendera merah putih dan membawanya dengan tidak pada seharusnya. Dari kejadian tersebut bisa di simpulkan untuk cara menghargai bendera sang merah putih pun kita tidak tahu bagaimana caranya, maka dari itu pentingnya meningkatkan nasionalisme agar tidak terancam semakin buruk. Berikut ini merupakan beberapa faktor mengapa masih banyak sikap dan perilaku masyarakat Indonesia yang bisa mengakibatkan mengancan keutuhan Nasionalisme dan kedaulatan rasa bela negara dalam diri individu. Hal ini bisa bermula dari generasi pemuda pada jaman sekarang. Contohnya seperti saat upacara bendera, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak mengikuti upacara bendera dengan khidmad. Kemudian pada saat peringatan Sumpa Pemuda, banyak rakyat Indonesia yang hanya memaknai hari peringatan tersebut sebagai seremonial atau hiburan saja tanpa menganggapnya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism dalam benak rasa bangga terhadap negara sendiri. Masih banyak rakyat Indonesia yang jarang memakai atau membanggakan atribut atau identitas bangsanya sendiri. Seperti Bendera Merah Putih, kemudian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan identitas yang lainnya hanyalah menunjukkan sebuah simbol, yaitu bahwa negara Indonesia masih berdiri tegak dan mampu mensejajarkan dirinya dengan bangsa-bangsa yang Globalisasi. Hal ini juga dapat mengancam keutuhan nasionalisme. Karena dengan adanya globalisasi banyak masyarakat yang kehilangan rasa cintanya terhadap produk dalam negeri. Hal ini dapat menimbulkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme tersebut, maka kita sebagai warga negara yang baik harus bisa menyeimbangkan dan bisa mencintai produk lokal lebih baik Sosial. Hal ini juga terjadi karena disebabkan oleh globalisasi. adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi menyebabkan kesenjangan sosial yang tajam antara golongan kaya dan golongan miskin, kemudian dapat menimbulkan pertentangan antara kaya dan miskin dan bisa mengganggu kehidupan nasional sikap individualisme. Sikap ini menimbulkan rasa ketidakpedulian antarperilaki sesame warga. Hal ini dapat mengakibatkan banyak orang yang memiliki sikap ini menjadi tidak peduli dengan kehidupan bangsanya sendiri. Dari penjelasan faktor tersebut dapat diketahui mengapa bisa dan apa sebab yang mengakibatkan hal tersebut bisa terjadi. Kita yang juga sebagai masyarakat Indonesia harus mencari cara agar bisa mencegah hal tersebut tidak terus menerus terjadi. Berikut ini merupakan beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk Keluarga. Keluarga dari setiap indivdu berhak untuk memberikan ajaran sejak dini tentang sikap nasionalisme dan patriotism terhadap bangsa Indonesia, dari lingkup keluarga juga bisa memberikan contoh tentang rasa kecintaan dan penghormatan pada bangsa, serta mengajarkan untuk selalu dan sebisa mungkin untuk menggunakan produk dalam Pendidikan. Memberikan pelajaran mengenai Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dan juga bela Negara, saat bersekolah juga bisa diajarkan untuk menanamkan sikap cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan dengan mengadakan upacara setiap hari senin dan upacara setiap hari besar nasional, serta memberikan Pendidikan dari Pemerintah. Dalam hal ini pemerintah juga berperan penting dalam upaya pencegahan. Pemerintah bisa mengadakan sosialisasi berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme, memperkenalkan budaya Indonesia bertujuan untuk membuat semakin banyak anak bangsa yang bangga akan budaya yang ada, kemudian pemerintah harus lebih bisa untuk mendengarkan dan menghargai aspirasi pemuda untuk membangun Indonesia agar menjadi lebih baik Sosialisasi Pentingnya bela negara. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk generasi bangsa pada saat ini. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya pancasila, kegiatan bela negara, dan sejenisnya agar tercipta masyarakat yang lebih baik dan lebih memahami tinggi sikap toleransi. Dengan berbagai ras, adat, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia rakyatnya juga harus memiliki rasa toleransi terhadap satu sama lain. Hal tersebut dilakukan untuk tetap menjaga perdamaian satu sama lain, dan dengan begitu akan tetap mengedepankan nasionalisme dan kedaulatan negara karena mempertahankan integritas kemakmuran dan kekuatan bangsanya yang timbul dari diri kita adanya faktor dan upaya tersebut kita bisa mengetahui apa yang sebaiknya bisa kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan. Kesimpulan yang bisa kita ambil yaitu pada akhrinya kita harus bisa membangkitkan Kembali rasa nasionalisme dan kedaulatan tersebut. kita harus bisa menjadi warga negara yang bersikap jujur, adil, disiplin, berani melawan kesewenang-wenangan, tidak dan menghindari tindakan korupsi, serta menjadi warga negara yang menjunjung tinggi toleransi untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara kita sendiri dari kehancuran. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Date created Last Updated DOI ARK Creating DOI. Please wait... Create DOI Category Project Description Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI FKPPI mempunyai anggota di seluruh pelosok tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semua Anggota Keluarga Besar FKPPI memiliki potensi dan sikap, serta pemahaman sama untuk mengabdi dalam membela negara yang merupakan wujud peneguhan Organisasi FKPPI sebagai Organisasi Bela Negara. Setiap Anggota Keluarga Besar FKPPI harus menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari setiap ancaman dan gangguan terhadap kedaulatan, serta keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai amanat UUD NRI Tahun 1945 yang menentukan, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Sama dengan organisasi kemasyarakatan lain, FKPPI harus tunduk dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, dan berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar, Anggarah Rumah Tangga, dan Peraturan Organisasi FKPPI, maka setiap Anggota Keluarga Besar FKPPI merupakan bagian komponen pertahanan negara untuk menghadapi setiap ancaman dan gangguan terhadap kedaulatan, serta keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. License CC-By Attribution International Jakarta - Tanggung jawab berasal dari hati dan kemauan sendiri untuk melakukan kewajiban. Seseorang bertanggung jawab kepada Tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Apa saja contoh tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari?Dikutip dari buku 'Mengembangkan Tanggung Jawab pada Anak' dari Kemendikbud, tanggung jawab adalah melakukan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh. Tanggung jawab juga berarti kesediaan menanggung segala risiko atas perbuatan tanggung jawab di antaranya yaitu bersungguh-sungguh dalam segala hal, berusaha melakukan yang terbaik, rela berkorban, disiplin, dapat dipercaya, taat aturan, jujur dalam bertindak, dan berani menanggung contoh tanggung jawab terhadap bangsa dan negara di antaranya sebagai berikut1. Dipercaya, dihormati, dihargai, dan disenangi orang Muncul sikap berani mengakui kesalahan dan mau mengubah dengan tindakan yang lebih baik. Sikap ini merupakan kunci meraih Menyelesaikan tugas dengan Membuat seseorang bertindak lebih hati-hati dengan perencanaan yang Membuat seseorang lebih kuat dan tegar menghadapi permasalahan yang harus mendapat manfaat tanggung jawab di atas, ada sejumlah sikap tanggung jawab yang bisa dilaksanakan sehari-hari. Contoh tanggung jawab sehari-hari adalah sebagai berikutContoh tanggung jawab terhadap Tuhan1. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Mensyukuri apa yang telah diberi oleh Tuhan Yang Maha Memelihara lingkungan sebagai ciptaan tanggung jawab terhadap diri sendiri1. Menjaga diri sendiri dan hal-hal yang Menjaga Menjaga kesehatan dan gizi Menjaga Melaksanakan apa yang sudah Bertanggung jawab terhadap perkataan dan Bertanggung jawab terhadap keputusan yang menjadi tanggung jawab terhadap keluarga1. Menjaga nama baik Memelihara kebersihan, kenyamanan, keamanan dalam Mematuhi aturan yang ditetapkan Bertingkah laku sesuai norma dan aturan yang berlaku dalam Menjaga keharmonisan keluarga dengan saling menyayangi, menghormati, dan tanggung jawab terhadap masyarakat1. Berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat, misalnya menjaga kebersihan lingkungan, menjaga keamanan, dan ketertiban Tidak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan peraturan atau norma yang Berani melaporkan kejadian yang merugikan masyarakat kepada yang Menghargai perbedaan agama, suku, dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara1. Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa2. Mencintai tanah air3. Melestarikan bahasa dan seni budaya4. Menghargai keanekaragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia5. Mencintai produk-produk dalam negeriNah, itu dia contoh tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, masyarakat, keluarga, diri sendiri, dan Tuhan. Yuk, praktikkan! Simak Video "Sambut Timnas U-22, PSSI Medali Emas Kembali Dibawa ke Tanah Air" [GambasVideo 20detik] twu/pay

keutuhan suatu negara dan bangsa merupakan tanggung jawab